Upaya Kurangi Data Debitur Tidak Valid, Sosbimtek SIKP-UMi di Bali Menghadirkan Narasumber dari Ditjen Dukcapil Kemendagri

7 Maret 2024
Upaya Kurangi Data Debitur Tidak Valid, Sosbimtek SIKP-UMi di Bali Menghadirkan Narasumber dari Ditjen Dukcapil Kemendagri Sosbimtek SIKP UMi di Bali menghadirkan narasumber dari Dukcapil Kemendagri

Pusat Investasi Pemerintah (PIP) menyelenggarakan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) Ultra Mikro (UMi) kepada Penyalur di Hotel Bintang Bali pada tanggal 5 s.d. 6 Maret 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dalam menggunakan SIKP-UMi sehingga penyaluran pembiayaan Ultra Mikro dapat berjalan dengan lebih efektif, serta mengurangi jumlah penolakan data debitur akibat validasi data dari Dukcapil.

Acara ini dibuka oleh Direktur Keuangan, Umum, dan Sistem Informasi, Mas Soeharto, yang menyampaikan bahwa SIKP-UMi merupakan aplikasi yang digunakan untuk menatausahakan penyaluran pembiayaan Ultra Mikro. Dalam proses upload data penyaluran pada SIKP-UMi dilakukan validasi terhadap data kependudukan antara lain NIK, nama, jenis kelamin, dan tanggal lahir, tetapi hasilnya masih terdapat beberapa penolakan karena data kependudukan yang tidak sesuai dengan data Dukcapil. Mas Soeharto juga menyampaikan apabila penolakan karena ketidaksesuaian data kependudukan maka potensi penyaluran pembiayaan Ultra Mikro akan hilang dan hal tersebut akan merugikan penyalur juga.

Sosialisasi dan bimbingan teknis ini diikuti oleh perwakilan dari 9 mitra penyalur PIP yang berasal dari Bali serta 1 mitra penyalur dari luar Bali yaitu Koperasi Mitra Dhuafa. Dalam kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari Ditjen Dukcapil Kemendagri. Dalam paparannya narasumber dari Ditjen Dukcapail, Muhammad Fazal, mengatakan bahwa data kependudukan adalah data yang bersifat dinamis, bukan data statis, sehingga sangat mungkin terjadinya perubahan dan penyesuaian, perlu dipastikan bahwa data kependudukan debitur merupakan data yang paling baru sehingga penolakan data debitur karena validasi data kependudukan dapat dikurangi. Pada acara ini juga dikenal fitur baru SIKP UMi yaitu pembayaran tagihan dari penyalur ke PIP melalui Virtual Account.

Pada hari kedua, peserta juga diberikan kesempatan untuk diskusi secara tatap muka terkait penggunaan SIKP-UMi maupun troubleshooting-nya. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, para penyalur Ultra Mikro di Bali dapat lebih memahami dalam mengoperasikan SIKP-UMi, sehingga penyaluran pembiayaan Ultra Mikro kepada pelaku usaha Ultra Mikro di Bali dapat berjalan dengan lebih optimal.