PIP dan BP Tapera Jalin Sinergi Pemberdayaan UMKM melalui Tabungan Perumahan Rakyat

10 Oktober 2024
PIP dan BP Tapera Jalin Sinergi Pemberdayaan UMKM melalui Tabungan Perumahan Rakyat Direktur Utama PIP, Ismed Saputra, beserta jajaran PIP dan Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, dan jajaran BP Tapera dalam Penandatanganan Nota Kesepahaman antara PIP dengan BP Tapera

Jakarta – Pusat Investasi Pemerintah (PIP) menandatangani nota kesepahaman dengan BP Tapera pada Rabu (9/10) terkait Sinergi Program Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) dan Tabungan Perumahan Rakyat. Kesepahaman ini bertujuan untuk memperkuat pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui kolaborasi pembiayaan UMi dan Tabungan Perumahan Rakyat. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PIP, Ismed Saputra, dan Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho di kantor BP Tapera, Gedung Menara Mandiri II lantai 7, Jakarta Selatan.

Sejak digulirkan pada 2017 hingga September 2024, Pembiayaan UMi telah menjangkau 11,3 juta pelaku usaha ultra mikro di 510 kabupaten/kota di seluruh Indonesia melalui 96 Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB), dengan total penyaluran mencapai Rp 43,56 triliun. PIP juga memberikan dukungan program pemberdayaan yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha maupun penyalur pembiayaan.

PIP dan BP Tapera memiliki peran penting dalam menyalurkan dana pembiayaan kepada segmen yang sama, yaitu pelaku UMKM dan masyarakat informal, yang membutuhkan dukungan keuangan untuk berkembang dan mendapatkan akses perumahan yang layak. Sinergi ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pembiayaan sekaligus berkontribusi dalam pengurangan kemiskinan.

Ruang Lingkup Kerja Sama PIP dan BP Tapera:

  • Pertukaran data dan informasi: Menjaring calon debitur UMi dari ekosistem Tapera dan sebaliknya, memperluas akses Tapera bagi debitur UMi yang sudah ada.
  • Pelaksanaan program bersama: Meningkatkan akses Pembiayaan UMi dan Tabungan Perumahan Rakyat melalui kegiatan-kegiatan sinergis.
  • Pemberdayaan UMKM: Melalui kolaborasi untuk memperluas akses Tabungan Perumahan Rakyat dan literasi keuangan bagi pelaku usaha.

Direktur Utama PIP, Ismed Saputra, menyatakan bahwa kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan sinergitas dalam memperluas akses perumahan sekaligus mendukung pertumbuhan UMKM. “BP Tapera memiliki ekosistem yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan analisis dan klasterisasi penyaluran Pembiayaan UMi. Sementara, PIP memiliki ekosistem yang mapan dalam pembiayaan UMi, yang bisa dikolaborasikan untuk penyediaan akses Tabungan Perumahan Rakyat, terutama kemudahan kepemilikan rumah bagi pelaku usaha,” jelas Ismed.

"Kolaborasi antara PIP dan BP Tapera akan diimplementasikan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antar unit yang berwenang dari kedua pihak. Beberapa bentuk konkret dari kerja sama ini meliputi penyediaan akses perumahan bagi debitur UMi, manajemen LKBB, AO/Pendamping UMi, serta pihak lain dalam ekosistem pembiayaan UMi. Selain itu, pembiayaan atau modal usaha juga akan diberikan kepada pelaku UMKM di segmen mikro dan ultra mikro penerima manfaat Tapera. Kami juga akan melaksanakan sosialisasi dan workshop untuk meningkatkan literasi keuangan serta Tabungan Perumahan Rakyat. Program-program lainnya juga akan mendukung inklusi keuangan UMKM dan akses fasilitas Tabungan Perumahan Rakyat," jelas Imaduddi, Direktur Hukum dan Manajemen Risiko PIP.

Sementara itu, Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, menambahkan, “Per 1 Oktober 2024, BP Tapera telah menyalurkan pembiayaan perumahan untuk sektor informal sebanyak 25.229 unit rumah senilai Rp 3,04 triliun. Kami berharap, sinergi dengan PIP ini bisa lebih memperluas akses bagi masyarakat informal dalam memperoleh pembiayaan rumah sekaligus mendukung pengembangan usaha mereka.”

"Dengan sinergi ini, PIP dan BP Tapera tidak hanya memperkuat inklusi keuangan dan akses perumahan bagi masyarakat, tetapi juga membuka jalan bagi pertumbuhan UMKM yang lebih berdaya saing. Kami percaya, kolaborasi ini akan membawa dampak positif yang luas bagi perekonomian Indonesia, sekaligus mewujudkan mimpi banyak masyarakat untuk memiliki rumah dan usaha yang berkembang. Bersama-sama, kita membangun fondasi ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan," tutup Ismed.