PIP Dukung Penuh Akselerasi Pengentasan Kemiskinan Ekstrem

1 September 2024
PIP Dukung Penuh Akselerasi Pengentasan Kemiskinan Ekstrem Ismed hadir pada Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (PPKE) yang dipimpin oleh Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan

Jakarta – Pusat Investasi Pemerintah (PIP) semakin memperlihatkan komitmen kuatnya dalam mendukung program Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) dengan mengintegrasikan dua pendekatan strategis: penyaluran pembiayaan usaha ultra-mikro (UMi) dan pemberdayaan berbasis komunitas.

Pada Kamis (29/08/2024), PIP turut serta dalam Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (PPKE) yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta. Rapat ini dipimpin oleh Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan dihadiri oleh berbagai kementerian dan lembaga terkait. Agenda utama rapat ini adalah mengevaluasi progres strategi peningkatan pendapatan masyarakat selama semester pertama tahun 2024.

PIP telah menetapkan 10 kabupaten/kota sebagai lokasi piloting, dipilih berdasarkan keberadaan penyalur UMi yang berperan penting dalam menjangkau masyarakat yang termasuk dalam desil 1 hingga 4. Hingga 28 Agustus 2024, sebanyak 61.491 orang dari 1,9 juta sasaran P3KE di lokasi piloting telah menerima pembiayaan UMi, mencerminkan progres yang signifikan dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem.

Direktur Utama PIP, Ismed Saputra, menyatakan bahwa PIP berkomitmen penuh untuk mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem melalui sinergi pembiayaan UMi dan pemberdayaan komunitas.

"Harus ada langkah nyata, terutama kontribusi dari PIP melalui Pembiayaan UMi dalam memastikan bahwa bantuan keuangan sampai kepada mereka yang paling membutuhkan, sekaligus memberdayakan masyarakat untuk mandiri secara ekonomi." ujar Ismed.

Pemanfaatan Data P3KE secara Optimal

Dalam menjalankan program ini, PIP memanfaatkan data P3KE dengan sangat efektif. Setelah penandatanganan nota kesepahaman dengan Kemenko PMK pada 24 Juli 2023, data by name by address dari sasaran P3KE di 10 kabupaten/kota telah diserahkan ke PIP untuk diujicobakan. PIP secara berkala memantau dan memverifikasi data ini dengan Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) UMi untuk memastikan bahwa pembiayaan benar-benar menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan.

Monitoring dan evaluasi (monev) juga telah dilakukan untuk memetakan kondisi masyarakat yang telah menerima pembiayaan UMi, bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk Kantor Staf Presiden dan Bappenas. Langkah-langkah ini menunjukkan keseriusan PIP dalam memastikan bahwa program P3KE berjalan sesuai dengan target yang ditetapkan.

Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (PPKE)

Menghadapi Tantangan di Lapangan

Meskipun telah menunjukkan kemajuan, PIP tidak lepas dari tantangan. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa penyalur UMi yang menggunakan skema kelompok, seperti PNM dan Koperasi Mitra Dhuafa, memiliki potensi besar untuk menyalurkan pembiayaan kepada masyarakat desil 1 hingga 3. Namun, penyalur dengan skema pembiayaan individu cenderung lebih fokus pada masyarakat di desil 4 ke atas, sehingga diperlukan strategi tambahan untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Beberapa tantangan lainnya termasuk legalitas dan kinerja penyalur, seperti di Kabupaten Aceh Jaya yang penyalurnya belum memenuhi syarat, serta penurunan kinerja penyalur di Kabupaten Cianjur yang berdampak pada pembayaran kepada PIP. Bahkan, calon penyalur di Kabupaten Bogor tidak disetujui karena kinerja keuangan yang buruk, dan penyalur di Kabupaten Gresik telah melunasi pembiayaan namun belum mengajukan pembiayaan baru.

Strategi Ke Depan

Untuk mengatasi tantangan tersebut, PIP akan terus melakukan monitoring perkembangan irisan data P3KE dan pembiayaan UMi di 10 kabupaten/kota lokasi piloting. PIP juga akan melakukan pengecekan ulang Nomor Induk Kependudukan (NIK) seluruh debitur UMi untuk memastikan bahwa strategi penyaluran pembiayaan dapat lebih efektif dalam menargetkan masyarakat miskin ekstrem.