Pembiayaan UMi: Solusi Masyarakat Lamongan Menuju Kemandirian Ekonomi

10 Agustus 2024
Pembiayaan UMi: Solusi Masyarakat Lamongan Menuju Kemandirian Ekonomi Faiz Rasyid Hendrawan, Kepala Divisi Kerjasama Pendanaan dalam Sosialisasi Pembiayaan UMi di Lamongan

Lamongan – Pemerintah terus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat di wilayah rentan melalui program pembiayaan Ultra Mikro (UMi). Salah satu inisiatif terbaru adalah sinergi antara Pusat Investasi Pemerintah, Kementerian Keuangan dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang berfokus pada sosialisasi pembiayaan UMi kepada eks narapidana terorisme (napiter) dan keluarganya di Desa Tenggulun, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, Sabtu (10/8/2024).

Kegiatan sosialisasi yang diadakan di Balai Desa Tenggulun, dihadiri oleh 35 peserta yang terdiri dari eks napiter, keluarga eks napiter, serta tokoh masyarakat dan agama setempat. Program ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang akses pembiayaan UMi, yang selama ini sulit dijangkau oleh mereka yang tidak memiliki akses ke perbankan.

"Program UMi diharapkan dapat menjadi solusi pembiayaan bagi mereka yang kesulitan mendapatkan modal kerja dari bank. Dengan program ini, mereka yang terdampak dapat memulai atau mengembangkan usaha mikro, seperti perdagangan ayam potong, menjahit, atau usaha makanan ringan," ujar Faiz, salah satu tim sosialisasi dari PIP.

Sejak tahun 2019, sinergi antara Kementerian Keuangan dan BNPT telah berjalan di Lamongan dengan pendekatan soft approach. Pendekatan ini fokus pada pendampingan eks napiter dan keluarganya agar mereka bisa kembali berkontribusi secara positif di masyarakat. Program UMi diharapkan menjadi langkah lanjutan yang konkret untuk mendukung kemandirian ekonomi mereka.

Kegiatan ini juga melibatkan berbagai narasumber dari instansi terkait, perwakilan Kanwil DJPB Provinsi Jawa Timur, KPPN Bojonegoro, serta Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Lamongan. Dalam pelaksanaannya, program ini diharapkan dapat menjadi model bagi pemberdayaan ekonomi di daerah lain yang menghadapi tantangan serupa.

Kegiatan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberikan dukungan nyata bagi masyarakat yang selama ini kesulitan mendapatkan akses permodalan. Upaya ini juga diharapkan mampu mencegah masyarakat dari paparan radikalisme dan terorisme melalui pendekatan yang lebih humanis dan berbasis pemberdayaan ekonomi.